Rainbow Pinwheel - Link Select
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 8. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2019

Tonsilitis

Tonsilitis 

Apa itu amandel (tonsilitis)?

Tonsilitis atau sering disebut radang amandel adalah pembengkakan dan peradangan pada amandel, yang biasanya disebabkan oleh infeksi.

Seberapa umumkah amandel (tonsilitis)?

Kondisi ini umum terjadi pada jutaan individu setiap tahunnya. Walau menimbulkan rasa yang tidak nyaman, tonsilitis jarang merupakan penyakit yang serius. Radang amandel dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun, namun paling banyak ditemui pada anak-anak kecil hingga remaja. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala amandel (tonsilitis)?

Gejala umum dari tonsilitis adalah:
  • Radang tenggorokan
  • Kesulitan atau sakit saat menelan
  • Suara yang serak
  • Batuk
  • Napas bau
  • Kehilangan napsu makan
  • Sakit kepala
  • Leher kaku
  • Nyeri pada rahang dan leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening
  • Amandel yang tampak berwarna merah dan bengkak
  • Amandel yang memiliki bercak putih atau kuning
  • Kesulitan membuka mulut
  • Kelelahan.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:
  • Demam di atas 39.5°C
  • Kelemahan otot
  • Leher kaku
  • Sakit atau kesulitan saat menelan
  • Tidak dapat membuka mulut
  • Kesulitan bernapas
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab amandel (tonsilitis)?

Infeksi bakteri seperti streptococcus adalah salah satu penyebab utama radang amandel. Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), diperkirakan 15-30% kasus tonsilitis disebabkan oleh bakteri.
Infeksi virus seperti Epstein-Barr, herpes, influenza, dan enterovirus juga merupakan penyebab paling umum dari tonsilitis.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk amandel (tonsilitis)?

Faktor-faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap radang amandel meliputi:
  • Usia yang muda: tonsilitis yang disebabkan oleh bakteri paling umum terjadi pada anak-anak berusia 5-15 tahun.
  • Paparan terhadap kuman: anak-anak usia sekolah sering memiliki kontak yang dekat dengan teman-teman, mengekspos mereka dengan berbagai virus dan bakteri.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis amandel (tonsilitis)?

Untuk menentukan penyebab, dokter dapat melakukan rapid strep test atau throat swab culture dengan menyeka dengan lembut bagian belakang tenggorokan Anda. Tes darah juga dapat digunakan untuk bukti pendukung.

Bagaimana cara mengobati amandel (tonsilitis)?

Kasus tonsilitis yang ringan tidak memerlukan pertolongan medis. Namun, jika kasus yang terjadi parah, Anda perlu melakukan perawatan berikut:

  • Antibiotik: Diberikan apabila infeksi bakteri merupakan penyebab tonsilitis. Gejala akan membaik dalam beberapa hari penggunaan antibiotik. Penting untuk menghabiskan dosis untuk mencegah kambuhnya kondisi atau resistensi antibiotik.

  • Operasi: Operasi amandel dilakukan untuk mengangkat amandel yang terinfeksi apabila kondisi Anda kronis, berulang, dan tidak merespon terhadap perawatan serta menyebabkan komplikasi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi amandel (tonsilitis)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi radang amandel:
  • Minum banyak cairan
  • Istirahat yang cukup
  • Kumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari
  • Makan pelega tenggorokan (lozenges)
  • Gunakan humidifier untuk melembabkan udara di ruangan
  • Hindari asap

Asma

Asma

Ini adalah salah satu gangguan sistem pernapasan yang cukup umum dan merupakan kondisi jangka panjang. Terjadinya asma diawali saat bronkus terserang peradangan. Bronkus sendiri adalah saluran pernapasan yang fungsinya supaya udara bisa keluar masuk dari paru-paru.
Faktor Pemicu
  • Alergen, seperti misalnya tungau debu, udara dingin, maupun bulu hewan.
  • Olahraga
  • Infeksi paru-paru.
  • Terkena serbuk sari atau asap rokok.
Gejala
  • Sesak nafas.
  • Mengi (khususnya saat kambuh).
  • Batuk-batuk
Pengobatan
Sebetulnya obat untuk asma belumlah ada hingga kini, namun perawatan untuk dapat mengendalikan asma selalu ditawarkan. Penanganan tersebut meliputi mencegah serangan asma serta meredakan gejalanya. Biasanya hal ini dilakukan dengan mengonsumsi sejumlah obat-obatan, menghindari faktor pemicu asma, serta menjalani pola hidup sehat dan benar.
Pencegahan
  • Mengetahui apa saja pemicu asma dan menghindarinya.
  • Mengetahui tanda-tanda serangan asma dan menanganinya dengan cepat.
  • Mengonsumsi obat asma yang sudah diresepkan dokter.
  • Vaksinasi pneumonia dan vaksinasi influenza supaya komplikasi asma bisa dicegah.

Pneumonia

Pneumonia

Ini adalah sebuah gangguan pada sistem pernapasan yang juga disebut sebagai paru-paru basah. Radang terjadi di jaringan salah satu atau kedua paru. Biasanya infeksilah yang menyebabkan kondisi ini. Pembengkakan dan penumpukan cairan terjadi di saluran pernapasan bagian kantong-kantong udara kecil pada ujung saluran pernapasan.
Faktor Pemicu
Pneumonia memang bisa terjadi akibat serangan berbagai virus dan bakteri, namun yang menjadi penyebab utama adalah streptococcus pneumoniae. Bakteri tersebut merupakan bakteri yang juga menyebabkan meningitis.
Gejala
  • Sulit bernapas.
  • Mengalami demam.
  • Batuk-batuk
Pengobatan
Antibiotik lagi-lagi menjadi obat yang dokter akan resepkan sebagai solusi. Banyak minum dan banyak istirahat juga akan mempercepat proses kesembuhan.
Pencegahan
  • Menjalankan pola hidup benar dan sehat.
  • Tak merokok.
  • Vaksin PCV.
  • Vaksin influenza.
  • Menjaga kebersihan.

Kanker Paru - paru

Kanker Paru - paru

Jenis kanker satu ini memang terbilang paling umum dan terbagi menjadi 2, yakni kanker paru-paru primer maupun sekunder. Pada kategori primer, ini artinya asal kanker adalah dari paru-paru itu sendiri. Sementara sekunder menandakan bahwa asal kanker adalah dari penyebaran kanker lain.
Faktor Pemicu
  • Merokok
  • Pajanan radiasi.
  • Jenis pekerjaan yang membuat kita mengalami pajanan senyawa kimia.
  • Polusi udara.
Gejala
  • Suara serak.
  • Batuk hebat dan terjadi terus-terusan.
  • Sakit kepala.
  • Dahak berubah warna dan berdarah.
  • Kelelahan
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Berat badan turun.
  • Napas pendek.
  • Wajah dan leher bengkak.
Pengobatan
Tingkat dari seberapa luas kanker sudah menyebarlah yang dapat menjadi penentu jenis pengobatan. Operasi untuk mengangkat kanker adalah yang paling utama sebelum sel kanker menyebar luas. Radioterapi adalah proses pengobatan selanjutnya, sel kanker akan dihancurkan melalui proses tersebut.
Pencegahan
  • Berhenti merokok dan jangan coba-coba mulai merokok.
  • Berolahraga agar paru-paru sehat.
  • Pola makan diatur dengan baik dengan nutrisi seimbang.

Tuberculosis (TBC)

Tuberculosis (TBC)

Jenis gangguan pernapasan ini termasuk berbahaya dan merupakan penyakit menular. Setelah HIV, ini adalah masalah kesehatan terbesar berikutnya di dunia.
Faktor Pemicu
  • Bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis.
  • Daya tahan tubuh lemah.
  • Malnutrisi
  • Merokok
  • Mengonsumsi narkoba.
  • Berhubungan dengan penderita TBC (biasanya staf medis).
Gejala
  • Batuk yang kadang juga disertai darah. (Baca juga: gejala batuk tbc)
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Kelelahan
  • Demam
  • Menurunnya berat badan.
Pengobatan
Pada umumnya vaksin BCG, kemudian latent tuberculosis, dan juga antibiotik adalah jenis pengobatan yang perlu diberikan. Antibiotik pun paling tidak harus dikonsumsi selama 6 bulan tanpa boleh putus.
Pencegahan
Vaksin BCG adalah satu-satunya pencegahan ampuh. Vaksin ini wajib untuk diberikan pada bayi yang usianya belum mencapai 3 bulan. Remaja dan orang dewasa masih bisa menerimanya, tapi efektivitasnya tidak sebesar ketika diberikan semasa bayi.

Faringitis

Faringitis 

Kondisi medis satu ini adalah peradangan yang menyerang bagian faring; faring sendiri terletak di belakang tenggorokan kita. Pada umumnya, gangguan pada sistem pernafasan ini terjadi pada faring akan membuat kita merasa sakit saat menelan. Kondisi ini biasanya kita anggap dan sebut sebagai sakit tenggorokan.
Faktor Pemicu
  • Infeksi bakteri, seperti jenis klamidia, gonore, streptococcus serta corynebacterium.
  • Adanya kondisi sakit lambung.
  • Paparan polusi dan asap rokok.
  • Adanya tumor yang tumbuh di bagian pita suara, tenggorokan, atau lidah.
Gejala Akibat Bakteri
  • Pembengkakan pada amandel.
  • Demam tinggi.
  • Pembesaran kelenjar yang ada di bagian leher.
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Nyeri bagian otot.
  • Sakit dibuat menelan/sakit tenggorokan.
  • Hidung mengeluarkan ingus.
  • Batuk
Pengobatan
Obat untuk faringitis secara medis biasanya adalah Penisilin G. Sesudah benar-benar dipastikan bahwa kita mengidap faringitis, obat tersebut akan diberikan. Dalam waktu 4-36 jam, obat akan bekerja dengan baik. Sedangkan untuk menurunkan panas demam dan rasa sakit, aspirin dan parasetamol dapat menjadi obatnya.
Pencegahan
  • Menghindari asap rokok maupun debu serta polusi.
  • Banyak istirahat.
  • Minum banyak air putih.

Influenza

Influenza

Jenis penyakit ringan ini pasti pernah dialami siapapun. Kondisi ini termasuk dalam gangguan pernapasan karena saluran pernapasanlah yang terserang oleh infeksi virus.
Faktor Pemicu
Virus adalah pemicu utama dari flu dan proses penyebarannya pun terbilang cepat dan mudah. Lewat udara ketika pengidap flu batuk atau bersih bisa menulari yang lainnya.
Gejala
  • Tenggorokan sakit.
  • Selera makan hilang.
  • Pegal
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Kadang disertai demam.
Pengobatan
Ibuprofen maupun parasetamol akan bekerja secara efektif untuk mengurangi rasa pegal sekaligus menurunkan demam. Selain itu, penderita dapat mengobati dengan makan buah serta sayur, serta minum banyak air putih supaya cairan tubuh tak hilang.
Pencegahan
  • Menjaga kadar cairan tubuh.
  • Berolahraga
  • Cukup istirahat.
  • Memenuhi asupan gizi seimbang.
  • Menjaga kebersihan diri.
  • Menghindari penderita flu.

Volume Pernapasan

Volume Pernapasan 

Volume Udara Pernapasan 

Jumlah udara yang keluar masuk paru-paru bergantung pada cara kita bernapas.  Dalam keadaan biasa, udara yang dihirup dan dikeluarkan sekitar 500 mL disebut udara pernapasan (volume tidal). Dan sekitar 500 mL tersebut, hanya  sekitar 350 mL sampai ke paru - paru, sisanya yang sekitar 150 cc hanya sampai pada saluran pernapasan.
Setelah pernapasan biasa, dalam paru-paru masih terdapat sekitar 2.500 mL udara, yaitu sekitar 1.500 mL merupakan udara cadangan ekspirasi yang dapat diembuskan lagi sekuat-kuatnya setelah pernapasan biasa (udara suplementer). Sisanya, sekitar 1.000 mL atau lebih tidak diembuskan, berupa udara cadangan yang tersimpan dalam paru-paru (udara residu) manusia sampai meninggal dunia. 
Setelah inspirasi biasa sebanyak sekitar 500 mL, Anda masih dapat menghirup udara semaksimal mungkin ke dalam paru-paru sebanyak sekitar 3.000 mL. Udara tersebut disebut udara komplementer. Untuk Iebih jelasnya, perhatikan grafik volume pernapasan berikut ini.
 
Volume Udara Pernapasan
 
Berdasarkan grafik pada Gambar di atas, Anda dapat menjelaskan  yang dimaksud dengan kapasitas vital paru-paru dan yang dimaksud dengan kapasitas total paru-paru. Gerakan penapasan diatur oleh sistem saraf pusat. Pusat pernapasan terdapat pada medula oblongata (sumsum lanjutan) dan diatur oleh hipotamalus di otak, serta dipengaruhi oleh kadar CO2 dalam darah.

Frekuensi Pernapasan

Frekuensi Pernapasan 

Frekuensi Pernapasan 

Kemampuan memasukan dan mengeluarkan udara pernapasan setiap orang berbeda – beda. Kecepatan memasukkan dan mengeluarkan udara pernapasan sering disebut dengan frekuensi pernapasan. Frekuensi pernapasan pada orang dewasa berkisar antara 15-20 per menit, tetapi frekuensi pernapasan pada bayi lebih cepat daripada orang dewasa.
Hal ini disebabkan proses metabolisme pada bayi lebih aktif daripada orang dewasa. Selain usia, faktor lain yang memengaruhi frekuensi pernapasan pada manusia antara lain sebagai berikut.

a. Aktivitas Tubuh

semakin berat pekerjaan yang dilakukan seseorang, energi yang dibutuhkan akan semakin banyak. Energi dihasilkan dari hasil pernapasan dengan bantuan oksigen, dengan demikian, semakin banyak energi yang dibutuuhkan untuk aktivitas kegiatan, tubuh akan meningkatkan frekuensi pernapasan.

b. Suhu Tubuh

Di lingkungan yang panas, tubuh akan meningkatkan metabolisme untuk mempertahankan suhu tubuh agar tetap stabil. Aktivitas ini membutuhkan energi yang dihasilkan dari peristiwa oksidasi dengan bantuan oksigen. Untuk kebutuhan tersebut maka frekuensi pernapasan ditingkatkan.

c. Jenis Kelamin 

Umumnya, laki-laki mernbutuhkan energi yang lebih banyak karena banyak melakukan aktivitas. Namun, apabila seorang laki-Laki dan perempuan dengan usia yang sama, berat yang sama, dan aktivitas yang sama. frekuensi  pernapasan perempuan Iebih tinggi daipada laki-laki. 

d. Posisi Tubuh

Posisi tubuh berpengaruh terhadap kebutuhan energi. Tubuh yang sedang berbaring, frekuensi pernapasannya lebih rendah daripada orang yang sedang duduk atau berdiri.

e. Konsentrasi CO2 dalam Darah

Meningkatnya kadar CO2 dalam darah akan menyebabkan menurunnya pH darah dan cairan jaringan (serebrospinal) yang menggenangi otak. Ketika pusat kontrol yang ada di medula oblongata mendeteksi sedikit penurunan pH pada darah atau cairan serebrospinal, pusat kontrol akan meningkatkan frekuensi pernapasan.

f. Kekurangan O2 dapat Menambah Kecepatan Respirasi

Ketika kadar O2 dalam darah turun, sensor O2 di aorta dan arteri karotid di leher akan mengirimkan sinyal peringatan ke pusat kontrol pernapasan. Selanjutnya, pusat saraf merespons dengan cara menambah kecepatan pernapasan.

Mekanisme Pernapasan Manusia

Mekanisme Pernapasan Manusia

Mekanisme Pernapasan

Ada dua mekanisme pernapasan yang terjadi secara bersamaan, yaitu:
  • Pernapasan Dada

Pernapasan dada dimulai dari kontraksi yang terjadi pada otot antar tulang rusuk yang menyebabkan dada terangkat dan rongga dada membesar. Karena rongga dada membesar, tekanan udara di dalam dada lebih kecil daripada tekanan udara luar, sehingga udara luar masuk ke dalam rongga dada dan diteruskan menuju paru-paru. Oksigen dalam udara tersebut akan diikat oleh hemoglobin darah yang banyak terdapat di alveolus paru-paru, sehingga terjadi inspirasi.
Setelahnya, relaksasi terjadi pada otot antar tulang rusuk yang menyebabkan tulang-tulang rusuk turun sehingga rongga dada mengecil. Karena mengecilnya rongga dada, volume paru-paru juga mengecil sehingga tekanannya menjadi lebih besar daripada tekanan udara luar. Karena itu, udara pun keluar dari paru-paru pada proses ekspirasi.
  • Pernapasan Perut

Pernapasan perut terjadi karena adanya kontraksi dan relaksasi pada diafragma. Diafragma mendatar saat ototnya mengalami kontraksi. Hal ini menyebabkan rongga dada membesar dan tekanannya lebih kecil daripada tekanan udara luar. Pada saat ini, terjadi inspirasi.
Kemudian, diafragma akan naik saat ototnya mengalami relaksasi. Hal ini berpengaruh pada mengecilnya rongga dada dan paru-paru yang menyebabkan tekanan menjadi lebih besar daripada tekanan udara luar. Pada saat ini, terjadi ekspirasi.

Organ Pernapasan Manusia

Organ Pernapasan Manusia

1. Hidung dan Rongga Hidung
Hidung adalah organ terluar yang langsung bersentuhan dengan gas atau udara untuk bernapas. Fungsi hidung adalah menghirup oksigen (O2) dan sebagai jalur keluarnya karbon dioksida (CO2). Organ ini terletak di tulang tengkorak dan tersusun dari tulang rawan,  tulang, otot, dan kulit. Di dalam hidung, terdapat rongga hidung yang berperan penting dalam proses pernapasan.  Rongga hidung berfungsi untuk melembabkan, menghangatkan, dan menyaring (filter) udara yang masuk ke tubuh.
organ pernapasan
2. Tenggorokan (Faring)
Tenggorokan, atau disebut faring, merupakan jalur terusan setelah kita menghirup udara melalui hidung. Pada tenggorokan, organ pernapasan dilanjutkan dengan pangkal tenggorokan (laring), trakea, dan bronkus.
3. Pangkal Tenggorokan (Laring)
Laring, yang dikenal sebagai “kotak suara”, adalah penghubung untuk faring dan trakea. Di bagian ini, terdapat pita suara dan katup epiglottis, yang memisahkan saluranmakanan dengan saluran udara.
4. Trakea
Trakea menghubungkan laring dengan bronkus dan menjadi jalan bagi udara dari leher ke bagian dada. Bentuknya seperti pipa. Fungsi utamanya sebagai jalur udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru. Organ ini tersusun atas cincin tulang rawan dan terdapat di depan kerongkongan.   
5. Bronkus
organ pernapasan
Bronkus merupakan percabangan dari trakea. Organ ini memiliki 2 percabangan menuju paru-paru kanan dan kiri. Setelah melewati bronkus, percabangan akan diteruskan oleh bronkiolus dan berakhir di alveolus atau gelembung udara.
6. Paru-paru
Paru-paru merupakan organ vital pernapasan yang dibungkus oleh lapisan bernama pleura. Letaknya berada di rongga dada di atas diafragma. Bentuknya mirip seperti spons dan terdiri dari 2 bagian, yaitu kiri dan kanan. Paru-paru kiri hanya memiliki 2 segmen. Sementara paru-paru kanan mempunyai 3 segmen.

Mekanisme Pendengaran Manusia

Mekanisme Pendengaran Manusia A. Telinga manusia Telinga merupakan salah satu organ tubuh yang dimiliki oleh manusia yang berfungsi s...